Memilih Qurban Terbaik

Memilih Qurban Terbaik

Alhamdulillah saat ini kita sudah berada dibulan Dzulqa’dah. Itu artinya sebentar lagi kita akan bertemu dengan bulan Dzulhijah yang memiliki banyak sekali keutamaan. Diantaranya keutamaan bulan dzulhijah adalah iedul adha, ibadah haji dan udhiyah atau penyembelihan hewan kurban.

LAZ Nurul Fikri Zakat Center

Nah, khusus bagi Anda yang pada tahun ini berniat akan berkurban, berikut tips bagaimana memilih hewan kurban yang ideal. Dan tentu memenuhi syarat syariat.

 

Pertama, hewan kurban yang akan diberikan adalah hewan ternak seperti unta, kambing, domba, sapi, atau kerbau seperti yang telah menjadi ketentuan.

 

Kedua, sudah memenuhi syarat umur. Karena ketentuan setiap jenis hewan ternak yang akan kita kurbankan berbeda-beda. Untuk kambing atau domba berusia minimal satu tahun, sapi atau kerbau berusia minimal 2 tahun, dan untuk unta minimal berusia 5 tahun.

 

Ketiga, hewan kurban sudah mengalami pergantian gigi seri depan dan bawah.

 

Keempat, hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit seperti demam, kurang nafsu makan, kudis, ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas.

 

Kelima, tidak kurus dan cacat (pincang, buta, daun telinga tidak ada).

.

.

Inti Ibadah Kurban

Ini mungkin jarang ya kita dengar. Sebenarnya inti ibadah kurban itu apa sih ?

Apakah ibadah kurban ini masuk dalam kategori ibadah sosial atau bukan ?

Sebenarnya penyembelihan hewan kurban sejak awal murni sebagai ibadah fardiyah  yang sama sekali tidak menyertakan unsur sosial didalamnya. Saat hewan kurban sudah selesai di potong, maka sebenarnya sudah selesai sampai disini, ibadah kurbannya sudah sah. Mau dagingnya di bagikan ke orang-orang atau tidak.

Namun, saat itu bisa sangat bermanfaat dari sisi sosial, kenapa tidak dilakukan ?

Sehingga ibadah kurban akan bernilai ganda. Selain sebagai ibadah fardiyah, kurban pun juga bernilai secara sosial karena dagingnya dibagi-bagikan ke orang lain, apalagi untuk yang memang memerlukan. Tentu akan lebih bermakna lagi.

Nah, agar dari sisi sosial kurban pun menjadi sangat bermanfaat, perlu juga kita memperhatikan hal-hal berikut.

 

Pertama, penerima kurban baiknya adalah mereka yang dari kalangan dhuafa, fakir dan miskin. Meski yang kaya pun boleh menerima dan ikut menikmati daging kurban, tetapi jika yang didahulukan untuk menerimanya adalah mereka yang fakir dan miskin tentulah akan besar kebermanfaatannya.

 

Kedua, disalurkan ke daerah-daerah pelosok yang jarang atau bahkan sama sekali belum pernah menikmati daging kurban. Sudah umum apabila masjid dan mushola di kota-kota besar menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Setiap tahun mereka bisa memotong hewan kurban dalam jumlah yang cukup banyak dan itu hanya disalurkan untuk warga yang lokasinya juga tidak terlalu jauh dari lokasi pemotongan hewan kurban. Mereka yang datang ini  pun biasanya tidak menerima bantuan kurban hanya dari satu tempat, tapi bisa dari beberepa tempat yang berbeda. Sementara itu, ada daerah-daerah yang jarang sekali menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Bahkan bisa jadi belum pernah, keecuali jika ada bantuan dari pemerintah.

 

Ketiga, disalurkan ke daerah-daerah yang rawan pangan dan rawan bencana. Ini juga penting, mengingat masih  banyaknya daerah-daerah yang tergolong rawan terjadi bencana dan kekurangan pangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sendiri mencatat, khusus untuk Kalimantan Tengah saja setidaknya terdapat 70 Kecamatan dan 250 Desa lebih yang masuk dalam kategori rawan bencana dan pangan.

 

Keempat, disalurkan ke daerah-daerah yang jumlah umat muslimnya minoritas dan sering menjadi objek pemurtadaan. Fakta bahwa beberapa daerah terutama yang ada di pelosok menjadi sasaran pemurtadan sudah lama ada. Lokasi yang sulit diakses, jumlah umat muslim yang sedikit, minimnya pembinaan agama, kondisi ekonomi yang sulit, menjadikan mereka yang hidup di pelosok sasaran segar misionaris. Lewat kurban, kita menunjukkan kepada mereka bahwa mereka tidak sendirian. Bukan tidak ada yang memerhatikan dan peduli kepada kehidupan mereka.

 

Demikian tips bagaimana memilih hewan kurban yang ideal sekaligus beberapa catatan agar kurban kita selain bernilai sebagai ibadah fardiyah, juga bernilai ganda dari sisi sosial. Semoga informasi ini bermanfaat terutama bagi Anda yang tahun ini akan berkurban.

 

Kurban Berkah Sekarang ? Daftar dan konsultasikan kepada kami segera via Whatsapp

Karena Hidayah-Nya Saya Masuk Islam

Karena Hidayah-Nya Saya Masuk Islam

Wahyuni adalah nama kakek ini setelah masuk islam saat berusia 32 tahun, lahir di desa sungai paring dan sekarang ber alamat di Jl. Kembali Gg. Kembali IV kelurahan ketapang, Sampit – Kotawaringin Timur.

Hidup sebatang kara selepas ditinggal sang isteri dan juga dijauhi keluarga karena perbedaan agama, yang menjadi alasan kakek ini tinggal dimana saja jika ada yang mau menampung beliau meski menempati gubuk sekalipun.

Di usia yang sudah sangat senja membuat sang kakek hanya bisa bekerja semampunya, berprofesi sebagai penjaga keamanan rumah burung walet milik salah seorang warga sekitar dengan upah dibayarkan usai panen, setiap pagi hari beliau pergi ke pasar tradisional berbelanja bahan makanan jika ada uang, jika tidak alhamdulillah masih ada orang yang merasa iba melihat dan memberikan sedikit dagangannya jika beliau meminta.

Kakek berharap suatu saat ada sesorang yang baik mengajak beliau lebih mendekatkan diri kepada Rabb nya tanpa harus terpaku kepada urusan dunia.

Ditengah kekurangan dan keprihatinan untuk mempertahankan imannya, mari kita lakukan sesuatu yang luar biasa untuk membuat sang kakek agar bisa tersenyum.