Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/u5062707/public_html/rpnf/index.php on line 17
February 1, 2019 – Nurul Fikri Zakat Center
Bangkitkan Kembali Semangat Melaut Nelayan Banten

Bangkitkan Kembali Semangat Melaut Nelayan Banten

Pasrah, itulah yang dirasakan oleh Kholil dan para nelayan lain yang perahu dan tempat tinggalnya hancur diterjang tsunami dilautan Anyer, Banten. Kapal motor yang ditumpangi Kholil untuk mencari nafkah sehari-hari membawa 5 orang anak buah kapal yang juga bergantung hidup dari hasil laut.

Pasca tsunami Kholil dan kawan-kawan memang dibayangi was-was untuk kembali melaut namun rasa tanggungjawab sebagai kepala keluarga mengalahkan segala ketakutan dalam diri mereka, tantangan yang harus mereka hadapi berikutnya adalah ketersediaan kapal untuk mengarungi lautan.

Terjangan gelombang tsunami menyisakan puing kapal yang tersebar dan berserak sehingga tidak mungkin untuk dipakai mencari nafkah lagi. Untuk memperbaiki dibutuhkan biaya yang tidak sedikit sementara dengan kondisi tidak bisa berkerja dan keluarga yang perlu penghidupan, Kholil dan kawan-kawan para nelayan lainnya membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk bangkit kembali.

LAZ Nurul Fikri dalam kesempatan recovery bencana tsunami Banten melihat kesulitan yang dihadapi para nelayan. 2 buah kapal dipersembahkan bagi nelayan agar bisa kembali melaut, setelah sebelumnya juga hadir dalam cepat tanggap bencana dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok mendesak bagi para korban.

Masih banyak kapal-kapal kecil pencari nafkah yang hancur, masih banyak nelayan yang perlu kita ajak bangkit bersama. Jangan ragu untuk berbagi, kita bantu berdiri dan kembangkan lagi senyum-senyum mereka dengan uluran tangan.

Jika anda tertarik membantu para nelayan dan keluarganya, kesempatan berdonasi kapal untuk nelayan dengan:

Donasi kapal nelayan baru Rp. 35.000.000,-/unit

Donasi reparasi kapal nelayan Rp. 15.000.000,-/unit

Semoga harta kita kian berkah dengan mempersembahkan kebaikan dan kebahagiaan kepada manusia lainnya.

Meraih Berkah Usaha

Meraih Berkah Usaha

Pada hari Ahad (27/1/2019) owner NaraCollection mengajak 50 yatim dibawah naungan NF Zakat Center Pangkalan Bun untuk berbagi kebahagiaan di pembukaan perluasan toko barunya. Acara dimulai pada jam 09.30 dengan pembukaan dan ceramah agama oleh Ustadz Ade Rido Hadi. Kemudian makanan pun dikeluarkan.

Anak-anak lahap menyantapnya. Betapa bahagia melihatnya. Di akhir acara, owner Nara Collection pun membagikan gamis dan koko baru. “Untuk anak-anak berangkat mengaji” tuturnya. Semoga usaha yang kita jalani di dunia ini memberi kemanfaatan untuk semua dan keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Aamiin

Kaki Pak Suryono

Kaki Pak Suryono

Bapak Suryono harus berangkat ke Palangkaraya untuk dirujuk ke dokter ortopedi setelah terkena musibah. Sebuah besi dengan berat seperti sebuah tiang listrik menimpa tubuhnya. Pekerjaan beliau sehari-hari memulung. Sebuah besi penahan dan lilitan perban dipasang dikedua kakinya untuk menahan agar tulang-tulangnya tidak keluar dari kulit.

Izin Allah berkat bantuan Anda Pak Suryono dapat terbaru kebutuhan berobatnya. Semoga kaki pak Suryono ini menjadi saksi amal sholeh Anda kelak di akhirat.

Wajib Belajar Sembilan Tahun

Wajib Belajar Sembilan Tahun

Peraturan pemerintah dengan pendidikan wajib belajar sembilan tahun ternyata tidak begitu saja mudah untuk ditempuh semua orang. Begitulah yang harus Feri jalani sebagai salah seorang pelajar menengah pertama.

Ia harus diantar kenalannya untuk sampai ke sekolah karena tidak memiliki kendaraan. Ia tinggal bersama ayah dan ibunya disebuah barakan kecil. Ibunya seorang ibu rumah tangga. Ayahnya seorang supir tower air. Beberapa kebutuhan dan biaya sekolah harus dipenuhi. Kondisi ekonomi yang berbeda-beda mengharuskan kita untuk saling bahu-membahu satu sama lain.