Kaki Pak Suryono

Kaki Pak Suryono

Bapak Suryono harus berangkat ke Palangkaraya untuk dirujuk ke dokter ortopedi setelah terkena musibah. Sebuah besi dengan berat seperti sebuah tiang listrik menimpa tubuhnya. Pekerjaan beliau sehari-hari memulung. Sebuah besi penahan dan lilitan perban dipasang dikedua kakinya untuk menahan agar tulang-tulangnya tidak keluar dari kulit.

Izin Allah berkat bantuan Anda Pak Suryono dapat terbaru kebutuhan berobatnya. Semoga kaki pak Suryono ini menjadi saksi amal sholeh Anda kelak di akhirat.

Wajib Belajar Sembilan Tahun

Wajib Belajar Sembilan Tahun

Peraturan pemerintah dengan pendidikan wajib belajar sembilan tahun ternyata tidak begitu saja mudah untuk ditempuh semua orang. Begitulah yang harus Feri jalani sebagai salah seorang pelajar menengah pertama.

Ia harus diantar kenalannya untuk sampai ke sekolah karena tidak memiliki kendaraan. Ia tinggal bersama ayah dan ibunya disebuah barakan kecil. Ibunya seorang ibu rumah tangga. Ayahnya seorang supir tower air. Beberapa kebutuhan dan biaya sekolah harus dipenuhi. Kondisi ekonomi yang berbeda-beda mengharuskan kita untuk saling bahu-membahu satu sama lain.

Perjuangan Seorang Supir Bus

Perjuangan Seorang Supir Bus

Namanya Bapak Rokani. Beliau adalah seorang ayah dari dua orang anak laki-laki. Sebagai seorang ayah tentu memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah bagi keluarganya. Namun, apa daya. Setelah bertahun-tahun mencari nafkah dengan menjadi supir bus penumpang.

Kini, Bapak Rokani terkena penyakit saraf kejepit sehingga lumpuh bagian kiri tubuhnya. Ia tidak bisa bekerja. Istrinya adalah ibu rumah tangga dan kesehariannya harus merawat suaminya, membantunya berjalan, makan, mandi, dan keperluan lainnya. Anaknya pun masih kecil-kecil usia 5 SD dan TK. Perjuangan seorang ayah sungguh luar biasa.

Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi

Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi

(28/01/2019) Bahagia menyelimuti wajah-wajah kecil generasi anak bangsa Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) 3 Palangka Raya ketika mendapatkan susu yang didistribusikan LAZ NF Palangka Raya. Sebanyak 150 siswa mendapatkan susu UHT.

Ketika ditanya anak-anak mengaku menyukai sayuran, buah-buahan dan juga minum susu, yang merupakan jawaban spontan anak-anak calon penerus bangsa ini.

Hal tersebut merupakan kabar gembira akan harapan generasi emas yang cerdas tanpa adanya stunting. Kegiatan ini merupakan peringatan Hari Gizi Nasional ke 59 tahun 2019 dengan tema utamanya “Membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat Berprestasi”. Kegiatan diawali dengan Berdongeng yang memberikan pengetahuan kepada anak tentang pentingnya makan makanan bergizi, seperti sayuran, buah-buahan dan susu.

“Dunia anak-anak itu selalu menyenangkan, imajinatif dan interaktif. Maka dari itu marilah kita dukung tumbuh kembangnya dengan asupan makanan bergizi dan minum susu” ungkap Desi sebagai pendongeng yang merupakan Master Alumni Universitas Negeri Semarang.

Acara disambut ceria oleh anak-anak dan juga bapak/ibu guru menyelingi kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung.

“Kedepannya semoga dapat tetap berkoordinasi lagi dalam berbagai kegiatan” ujar Bapak Saipul Kepala MIN 3 kota Palangka Raya.

LAZ Nurul Fikri sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang sosial terus berupaya berkonstribusi positif untuk membangun negeri dengan memberikan program terbaik untuk membangun generasi anak bangsa.

SAATNYA KAYA PENUH BERKAH DENGAN SEDEKAH

Yuk zakat, infak dan shodakoh ke Nurul Fikri

BNI Syariah 536 000 0004 an nurul fikri zakat center

Informasi About Us
http://nurulfikrizakatcenter.org

call center
0821-4807-8185