Nurul Fikri Zakat Center

Sahabat Dhu'afa Mitra Muzaki

Sekolah Zakat Perdana

Sampit 25/02/2018, NF Zakat Center menegaskan kembali komitmen lembaga ini menjadi Sahabat Dhu'afa, mengingat angka kemiskinan yang masih perlu perhatian serius.

Hal ini disampaikan Elyas, S.Pi selaku Direktur Utama NF Zakat Center dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Sekolah Zakat Perdana Area II di Sampit Kalimantan Tengah

Elyas menjelaskan bahwa menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin, yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia mencapai 27,77 juta jiwa atau 10,64% dari jumlah total penduduk.

Khusus untuk Provinsi Kalimantan Tengah Elyas menjelaskan bahwa menurut catatan BPS yang ia pelajari bahwa pada bulan September 2017 adalah 137.884 atau 5,26% . Menariknya sebaran kemiskinan tersebut justru meningkat di perkotaan yaitu dari 40.615 orang menjadi 48.337 atau dari 4,49% menjadi 5,01% orang dalam rentang waktu September 2016 - September 2017. Begitu juga Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 0,648 menjadi 0,840 yang ini menandakan bahwa pengeluaran penduduk miskin cenderung menjauhi garis kemiskinan .

Bagaimana  dengan Indeks Keparahan Kemiskinan. Elyas melanjutkan dengan kembali merujuk pada data BPS juga naik dari 0,146 menjadi 0,197 yang menunjukan bahwa ketimpangan pengeluaran penduduk miskin makin melebar.

Lalu apa yang akan dilakukan NF Zakat Center. Menurut Direktur Muda ini bahwa masalah kemiskinan sebenarnya adalah tugas pemerintah dalam mengatur skala prioritas program pembangunan, NF Zakat Center sebagai salah satu Lembaga Zakat mitra dari Badan Amil Zakat Nasional bentukan pemerintah tentu juga menjadi bagian dari regulasi pemerintah dalam penaggulangan kemiskinan.

Ada beberapa program strategis yang sebenarnya bisa dilakukan secara kolaboratif. Pertama adalah edukasi dan pendampingan penguatan mental spiritual, potensi dan skill masyarakat miskin. Kedua edukasi dan penyadaran terkait dengan pentingnya meninggalkan hal-hal internal diri masyarakat miskin  yang juga  menjadi andil penyebab kemiskinan mereka. Ketiga adalah supporting program penanggulangan kemiskinan terutama pada 5 dimensi pokok yaitu Agama, Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan Sosial. Lima dimensi pokok ini tegas Elyas tidak hanya sesuai dengan program penanggulangan kemiskinan global melalui Sustainable Development Goals (SDGs)  2015 - 2030 namun juga sesuai dengan pendekatan Maqashid al-Syar'iyah dalam pengukuran kesejahteraan di dalam ajaran Islam.

BACA JUGA :  Pelatihan Keterampilan Gratis

Program sekolah zakat sendiri masih akan digelar di tiga kabupaten di Kalimantan Tengah,yaitu Pangkalanbun,Kapuas dan Palangkaraya.

Kirimkan halaman kami kepada teman-teman anda via facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *